Halo ... Aku hanya merasa ingin menyapa di hari terakhir bulan Juni ini. Akan tetapi, aku tidak tahu apa yang ingin kusampaikan pada kalian. Bulan ke-6 ini sungguh memberiku banyak kejadian. Lagi-lagi aku mengalami mood swing yang mungkin masih bisa kukendalikan. Aku merasa marah yang tidak tahu pemicu utamanya apa. Namun, jika aku selisik yang katanya marah itu ada cabang penyebabnya, pemicuku ini karena bentuk kekecewaan. Mungkin kekecewaan itu muncul karena aku meletakkan ekspektasi pada orang lain. Sebenarnya ekspektasi yang aku letakkan tidak terlalu besar. Namun, besar ataupun kecil, tetap saja itu bernama ekspektasi. Hanya saja, yang membedakan seberapa besar kekecewaan yang diperoleh bila tidak sesuai. Apakah aku terlalu lemah, padahal ekspektasi yang kutaruh hanya kecil. Memang benar dengan wejangan, “Jangan menaruh harapan pada orang lain, taruhlah harapan pada Tuhan”. Belakangan ini aku juga merasa jauh dengan orang-orang terdekatku yang berhubun...
Halo ... Apa kabar, kalian? Aku harus mulai dari mana ya? Sudah lama tidak menyapa di sini. Terakhir bulan Januari 2020 lalu kan ya? Sesuai judulnya, kalian pasti sudah tahu ini bakal berisi tentang apa. Barangkali bakal jadi tulisan yang random. Seperti di tulisan sebelum-sebelumnya. Mari kita mulai dengan keterbukaan. Iya, tepat pada hari ini, tanggal 19 Juni 2020, aku genap berusia seperempat abad alias 25 tahun. Jadi seperti ini ya, usia seperempat abad. Kalau mau bernostalgia, aku pernah kepikiran bahwa di usia 25 tahun, aku bakal sudah menikah atau bisa juga menimang bayi. Nyatanya, tunda dulu hehehe ... Usai keterbukaan, mari dengan ucapan, "Selamat ulang tahun untuk diriku sendiri". Tentu banyak doa yang kupanjatkan kepada Allah karena Dia telah memberiku kesempatan untuk masih bisa menghirup udara di 25 tahun. Doa-doaku lainnya yang mungkin tak bisa kusebut kecuali mungkin akan aku sisipkan di tiap tulisanku ini. Sejujurnya, menjelang Juni ini, ada kejadian...