Halo
...
Aku
hanya merasa ingin menyapa di hari terakhir bulan Juni ini. Akan tetapi, aku
tidak tahu apa yang ingin kusampaikan pada kalian. Bulan ke-6 ini sungguh
memberiku banyak kejadian.
Lagi-lagi
aku mengalami mood swing yang mungkin masih bisa kukendalikan.
Aku merasa marah yang tidak tahu pemicu utamanya apa. Namun, jika aku selisik
yang katanya marah itu ada cabang penyebabnya, pemicuku ini karena bentuk
kekecewaan. Mungkin kekecewaan itu muncul karena aku meletakkan ekspektasi pada
orang lain.
Sebenarnya
ekspektasi yang aku letakkan tidak terlalu besar. Namun, besar ataupun kecil,
tetap saja itu bernama ekspektasi. Hanya saja, yang membedakan seberapa besar
kekecewaan yang diperoleh bila tidak sesuai. Apakah aku terlalu lemah, padahal
ekspektasi yang kutaruh hanya kecil. Memang benar dengan wejangan, “Jangan
menaruh harapan pada orang lain, taruhlah harapan pada Tuhan”.
Belakangan
ini aku juga merasa jauh dengan orang-orang terdekatku yang berhubungan
melalui media sosial. Entah aku yang dijauhi, menjauh, atau
memang diri ini tidak spesial di mata mereka. Kasarnya mungkin, ada teman yang
memberikan effort lebih besar dibanding kamu. Makanya, perlakuannya juga
beda kali.
Astaga,
sungguh aku kekanak-kanakan dengan hal-hal yang sebenarnya bukan masalah besar.
Kenapa pandangan gelapku menghalangi putih yang seharusnya kulihat?
Dilanjut,
belakangan ini aku juga malas berinteraksi dengan grup di media sosial. Kautahu
bagaimana rasanya diabaikan? Tidak dihiraukan dengan salah satu pesanmu yang
dalam bentuk tanda tanya. Aku tidak tahu apa alasan kenapa mereka mengabaikan?
Mereka
justru membalas pesan di atasmu sedangkan punyamu tak diacuhkan. Itu
menimbulkan titik malasku untuk kembali bergabung dengan topik pembicaraan yang
sebenarnya tidak terlalu menarik untukku. Hanya karena ingin menghargai tulisan
mereka, kaubalas, tapi berakhir dengan pengabaian.
Lagi-lagi
kauhanya muncul dengan mengirim stiker sebagai bentuk menghargai meski terkesan
tak menaruh perhatian. Namun, jujur aku menaruh perhatian. Hanya saja aku
memang ingin mengirimkan respon cepat dan menurutku respon itu cukup. Toh pesannya
bukan termasuk kategori urgent alias bentuk pertanyaan. Beda jika
mengabaikan pesan dalam bentuk pertanyaan. Itu tidak enak.
Tadi
aku mengatakan malas berinteraksi, kan? Hal itu berefek dengan menonaktifkan
data internet untuk aplikasi media sosial itu. Sungguh jika bukan untuk
keperluan kerja, rasanya aku ingin menghapus aplikasi tersebut. Alhasil, aku
hanya menghidupkan beberapa menit saja untuk mengecek, apakah ada pesan
untukku.
Lagi
pula, mau berharap apa sih? Aku tidak masuk golongan orang yang banyak
menghubungi karena sifat yang kupunya. Grup yang dulunya ramai sekarang juga
sepi. Sudah kubilang, makin lama seperti dijauhi atau menjauh.
Persoalan
itu tak ingin aku pikirkan terlalu dalam—lagi. Toh, tanpa aplikasi media sosial
itu ramai, aku masih memiliki aplikasi lain yang menghiburku. Namun, perlu
kugaris bawahi bahwa bukan berarti aku mengabaikan mereka 100%. Aku tetap ingin
memantau mereka dengan caraku sendiri.
Boleh
aku curhat? Bukankah di atas sudah termasuk curhat, hahaha ...
Aku
suka ketika mendapat pesan dalam bentuk menanyakan kabar. Iya ... bahagia
sekali ketika ada yang peduli menanyakan kabarku. Sayangnya, aku jarang
mendapatkan pesan itu. Tahu bagaimana rasanya tidak menerima pesan tersebut,
akhirnya aku menanyakan saja pada mereka. Setidaknya, aku jangan seperti
mereka. Bukan berarti mereka negatif dan aku positif. Ini hanya pikiran sok
bijakku.
Pukul
21:41 WIB ketika mengetik bagian ini.Tulisan ini random lagi, bukan? Hari akhir
di bulan Juni ini, ada beberapa hal yang membuatku bahagia. Pertama, penulis
favoritku di Wattpad ternyata punya karya anyar dan aku baru tahu. Padahal
naskah itu sudah diunggah sekitar 13 Juni lalu. Astaga, aku sudah ketinggalan
12 chapter, yang sekarang mulai kukejar untuk kubaca. Kedua, ini hari
Selasa yang sudah pasti jadwalnya RUN BTS. Mereka selalu berhasil mengocok
perut. Ketiga, netbook-ku sudah pulang dari tempat servis. Belakangan ini dia
memang sering rewel. Aku sudah menghabiskan Rp500 ribu untuk memperbaikinya.
Semoga dia tidak rusak lagi.
Sebenarnya
bukan hanya tiga itu saja yang membuatku bahagia. Masih ada banyak ... Masih
banyak nikmat yang Sang Pencipta berikan untukku.
Apalagi?
Oh, di bulan Juni ini aku juga menemukan lagu bagus yang sebenarnya sudah lama.
Lagu “Congratulations” milik band Korea bernama Day6. Lagunya bagus ... Bahkan
aku menulis ini sambil mendengarkan lagu itu.
Pukul
21:46 WIB, dan aku ingin segera mengakhiri tulisan yang ternyata sudah tiga
halaman ini. Untuk bulan Juni, terima kasih, terima kasih, dan terima kasih.
Bulan
yang mempertemukan kami dalam sebuah obrolan serius. Kuharap, keputusan
yang kuambil tepat. Kata tidak, tak selamanya berarti jahat. Kita
memiliki hak untuk bersua dengan mengutarakan hasrat.
Tolong,
ambil sisi positifnya saja ya dari tulisan ini. Ini asli dari pemikiranku yang pasti
menimbulkan penilaian kalian mengenai sosok diriku. Entah siapa yang
membacanya.
Ditulis
di kamar, bagian meja dengan hiasan sticky note dan foto personel BTS,
diiringi lagu “Congratulations” milik Day6. Perasaan saat menulis ini, damai.
Komentar
Posting Komentar