Langsung ke konten utama

25

Halo ... Apa kabar, kalian?
Aku harus mulai dari mana ya? Sudah lama tidak menyapa di sini. Terakhir bulan Januari 2020 lalu kan ya?

Sesuai judulnya, kalian pasti sudah tahu ini bakal berisi tentang apa. Barangkali bakal jadi tulisan yang random. Seperti di tulisan sebelum-sebelumnya. Mari kita mulai dengan keterbukaan.

Iya, tepat pada hari ini, tanggal 19 Juni 2020, aku genap berusia seperempat abad alias 25 tahun. Jadi seperti ini ya, usia seperempat abad. Kalau mau bernostalgia, aku pernah kepikiran bahwa di usia 25 tahun, aku bakal sudah menikah atau bisa juga menimang bayi. Nyatanya, tunda dulu hehehe ...

Usai keterbukaan, mari dengan ucapan, "Selamat ulang tahun untuk diriku sendiri". Tentu banyak doa yang kupanjatkan kepada Allah karena Dia telah memberiku kesempatan untuk masih bisa menghirup udara di 25 tahun. Doa-doaku lainnya yang mungkin tak bisa kusebut kecuali mungkin akan aku sisipkan di tiap tulisanku ini.

Sejujurnya, menjelang Juni ini, ada kejadian yang menyapaku hingga membuatku terkejut. Kalian, apakah pernah menemukan barang yang telah lama hilang, dan tiba-tiba barang itu muncul di hadapanmu. Barang itu dulunya kita bangga-banggakan, tetapi seiring berjalannya waktu, nilai barang itu tak lagi sama karena termakan waktu.

Itu hanya pengandaian saja. Tak mungkin aku menyebutnya sebagai barang. Oke, kasus ditutup. Aku tak ingin menceritakan hal itu di sini, maafkan aku ...

Aku tidak menyangka Juniku bakal begini, meski angka bulan keenam ini belum berakhir. Maksudku, kalian tahu BTS, kan? Boyband Korea kesukaanku. Mereka juga ulang tahun ke-7 pada 13 Juni lalu. Tentu banyak konten yang mereka hadirkan untuk para penggemar. Rasanya seperti, seolah-olah konten-konten itu hadiah untukku hahaha ... sudah kubilang ini akan menjadi tulisan random.

Apalagi BTS mengadakan konser secara live tetapi prabayar. Beruntung aku bisa patungan bersama tiga orang lainnya dan harga tiket jadi lebih murah. Aku berharap bisa bertemu mereka secara langsung dengan menonton konsernya. Siapa pun yang baca tulisan ini, tolong doakan semoga aku bisa menonton konser BTS T_T. Dipermudahkan dalam hal rezeki, berburu tiket dengan penonton lainnya, dan mendapat kursi yang baik.

Tepat di tanggal 19 Juni ini, BTS juga mengeluarkan single Jepang mereka yang bertajuk "Stay Gold". Rasanya itu seperti hadiah untukku. Aku histeris di tempat kerjaku. Sebenarnya tidak begitu histeris, hanya gerakan-gerakan bahagia (tolong pikirkan sendiri bagaimana gerakan bahagia itu).

Tentu aku juga mendapat ucapan dari orang-orang terdekatku. Kuucapkan terima kasih atas doa-doa kalian. Semoga doa-doa baik ini juga terpental ke kalian juga, Aamiin. Jadi, bagaimana dengan 25 tahun?

Bukannya tidak mau bersyukur, hanya saja di usia ini, aku masih belum mendapat pencapaian memuaskan. Banyak yang meleset dari target. Lalu, apakah aku kecewa?

Manusia terus berproses selama hidup. Mungkin, aku terlalu banyak menulis target. Apalagi jika yang kutulis target besar. Memang tidak ada yang salah untuk bermimpi setinggi langit. Tapi bukankah kita juga harus paham tangga seperti apa yang digunakan?

Sepertinya aku harus membaca ulang daftar targetku ini. Kemudian memilahnya ke bagian mana yang sekiranya bisa kucapai. Asalkan ada tekad juga kemauan keras, kurasa kita bisa mencapai target-target itu.

Namun harus ingat, kita bukan pemegang kunci utama. Ada tangan besar yang bisa mengubahnya dalam sekejab. Tekad dan kemauan juga harus dibarengi doa. Meminta kepada-Nya agar dipermudah.

Pukul 23.06 WIB dan aku tidak tahu harus menulis apa lagi. Oh, lantas apa harapanku? Kubilang juga apa, bakal ada sisipan mengenai apa yang kuminta pada Sang Pencipta, bukan?

Aku berdoa semoga selalu diberi kesehatan untukku dan orang-orang sekelilingku. Diberi kebahagiaan dan juga pundak yang kuat. Orang-orang sekelilingku juga bahagia. Kurasa itu permintaan secara umum tapi menyimpulkan semua.

Usia berapa pun kalian, teruslah berproses. Bagi yang muda, kalian bisa jadi punya kesempatan lebih panjang. Namun bukan berarti yang sudah berumur tidak punya. Pengalaman pahit, manis, asin, kecut, dan lainnya yang kalian punya, bisa jadi diajarkan pada kaum muda. Jangan pernah menyesal terlalu larut dengan yang sudah terjadi. Waktu tak akan kembali ke detik sebelumnya kecuali melewatinya sama seperti detik-detik yang lain.

Tulisan ini random, jadi ambil yang baik-baik saja ya. Aku lupa bagaimana menulis endingnya karena aku mengetiknya di laptop milik ibu. Laptop putihku sakit huhuhu ...

Oke, apakah begini, ditulis di kamar beratap warna biru tanpa iringan lagu apa pun kecuali suara hewan malam.




Ps: kau hebat, teruslah bertahan sama seperti sebelumnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta sejati adalah melepaskan

Kau, adalah seseorang yang mana sungai kecil ini megalir untuk kedua kalinya. Jika alasan pertama karena aku kecewa, maka alasan keduaku ini adalah karena ketulusan untuk kebaikan kita. Kau marah? Marahlah. Kau benci? Bencilah. Kau kecewa? Kecewalah. Teori memang begitu mudah untuk dipikir. Tetapi pada kenyataannya, sama seperti pada karangan tersebut. "Aku harus menyibukkan diri dan menikam hatiku saat rindu itu datang." Lalu pertanyaanku kelak, "Kau, apakabar?" Karangan itu menuliskan sesuatu yang bisa diterima oleh hati ini bahwa "Cinta sejati adalah melepaskan."

Aku Kamu Tak Ingin 'Buta' Kesempatan, Bisa?

Maret. Bulan ketiga yang tanggalnya akan segera berakhir, namun tidak dengan pikiran ini. Ada banyak yang kepala ini pikirkan hingga bingung harus memilih mana baik dari yang terbaik. Maksudku, memilih resiko sekecil mungkin dari peluang yang diambil. Berbicara soal peluang yang tak jauh dari kata kesempatan, Maret ini pula aku belajar sesuatu. Pelajaran yang kudapat ini seperti “tamparan” yang tak sakit di pipi melainkan hati. Ini tentang, kesempatan yang tak pernah kusadari, sebuah kesia-siaan peluang. Tapi katanya, di dunia ini tidak ada yang namanya hal tak berguna, entah itu binatang kecoak. Mari membahas soal kesempatanku ini. Ada seseorang yang menyadarkanku mengenai waktu. Aku yang merasa peka dengan sebuah pertemanan, nyatanya mengakui jika mata ini “buta”. Gelap melihat waktu yang ada hingga kesempatan itu tinggal beberapa jam saja. Lalu bagaimana aku mengembalikan kesempatan itu? Mengulang waktu? Mustahil. Maka aku akan menciptakan kesempatan itu. Entah apa has...