Pukul 21.54 WIB dan aku
tidak tahu apa yang kutulis. Selalu seperti ini. Sebenarnya, ada banyak yang
ingin kutuangkan di tulisan ini. Mengenai isi kepalaku yang penuh dan sejak
dulu aku selalu mengatakan hal itu. Jadi ada apa hari ini? Apakah ini hari spesial?
Bukan terlalu. Hanya saja, tanggal sekarang adalah waktu dimana aku lahir 24
tahun silam.
Ya, usiaku sekarang
sudah 24 tahun alias 8.760 hari aku diberi kesempatan sama Allah untuk hidup.
Alhamdulillah. Jadi mulai dari mana? Dimulai apa pencapaianmu di usia memasuki
seperempat abad ini?
Jujur, menjelang usia
24 tahun, aku memutuskan untuk memilih jalan yang menurutku adalah hal baru.
Membuatku panas dingin ketika ingin mengatakannya. Bukan karena ragu-ragu atau
pun gentar. Melainkan pengalaman kali pertamaku untuk mengajukan resign. Iya
benar R-E-S-I-G-N alias mengundurkan diri dari pekerjaan pertamaku.
Orang yang mengenalku
setidaknya banyak yang tahu aku menyukai tulis menulis. Hingga mereka
mengatakan, “enak ya kerja sesuai passion”. Sejujurnya aku pribadi juga senang.
Namun kuputuskan untuk mundur.
******
Tahu tidak, paragraf
pertama usai tanda bintang di atas, tulisan ini kutunda dari tanggal 19 Juni
2019 lalu hingga baru kutulis 30 Juni 2019 yang akan segera habis ke bulan
Juli. Saat asyik menulis, aku lupa ada kejadian menarik hingga membuatku untuk
menyudahinya. Ada yang ingin kutulis mengenai akhir bulanku ini: Juni, bulan
kelahiranku.
Iya, aku resign dari
pekerjaan pertamaku. Ada alasan khusus yang tidak bisa kuutarakan, namun itu
berdasarkan kata hati namun masih bisa kulogika. Lalu, apakah ada perasaan
cemas ke depannya nanti? Aku merasa itu wajar. Perasaan cemas bagaimana masa
depanku nanti, atau yang paling dekat soal finansial. Aku akan mulai dari nol,
tapi tidak sepenuhnya karena “Aku” yang sekarang berbeda dengan bekal
pengalaman, semoga.
Aku hanya berharap, “Aku”
bisa percaya dengan diri ini untuk dunia yang kadang menertawakan kita. “Aku”
hanya berharap, semoga kesedihan yang entah kapan akan datang, mampu menghadapi
dan melihatnya bukan sesuatu yang membuat jatuh, tapi mampu dilihat dengan sisi
rasional.
“Apa kau punya planning
ke depan?”. Tentu aku punya, karena ada mimpi yang harus kuwujudkan! Setiap
memikirkannya, maka detak jantungku akan memacu dengan hasil apa yang kuraih.
Tapi seperti sebelumnya, empat langkah tersebut akan kucoba untuk mengetahui
jawaban mendebarkan itu.
Lagi, ini akan menjadi
tulisan random. Mungkin kebiasaanku yang begitu banyak kejadian dalam sau hari
dan aku kurang pandai mengotak-ngotakkan. Ini soal resign lagi, tapi mengenai
orang-orang yang dekat menjadi semakin dekat. Aku merasa sedih.
Berbagi keluh kesah itu
lah yang akan diri ini rindukan. Kebiasaan menjalani hari-hari sebagai seorang
perantau, serta kegemaran akan kesukaan yang sama. Mendekati hari terkahir,
kenapa aku melihat mereka dengan seksama hahaha (itu membuatku sedih). Jika ada
kesempatan, aku ingin ke planning A part 2. Aku harap mereka bahagia dengan
jalan yang dipilih dan tidak berpikir bahwa “sesuatu” itu 100 persen salahnya.
Hampir pukul 00.00 WIB
menuju tanggal 1 Juli, bulan yang juga akan menjadi harapan teman-temanku di
bulan ke-7 itu. Jadi, begini usia 24 tahun awal? Usia yang kupikirkan di umur
17 bahwa seperti apa aku di 24? Apakah sudah menikah, memiliki anak, atau aku masih
menikmati kesendirian ini? Salah satu harapanku adalah, bahwa dengan
kehadiranku, diri ini mampu menjadi pengaruh yang baik serta dapat membantu
mengurangi lainnya.
Ditulis di kamar dengan
tembok yang masih sama diiringi ost game BTS World-Heartbeat. Setiap mendengarkan,
kenapa hari ini rasanya mencelos? :’)
Selamat berproses...

Komentar
Posting Komentar