Rose
tersenyum. Gambar manganya hampir jadi untuk taget 20 halaman. Adam
mengamatinya. Mengamati tiap detail manga yang digambar Rose. Tangan kanannya
mengelus dagunya seperti akan mencari kesalahan yang dibuat Rose. Ada!
“Ini?”
Kata Adam.
“Kenapa?”
“Wanita
ini pergi, kenapa pria ini tidak mengejarnya?”
“Memangnya
kenapa?”
“Bahkan
di kehidupan nyata, ketika pria membuat kesalahan si pria akan mengejar
wanitanya.”
“Sudah
selesai membacanya?”
“Iya.”
“Aku
hanya ingin membuat beberapa perubahan.”
“Tentang?”
“Pria
tidak harus selalu mengejar wanita ketika mereka membuat kesalahan.”
“Kemudian?”
“Biarkan
mereka, berpikir memakai ini. Ditambah ini.” Rose mengarahkan tangan kanan Adam
ke kepala lalu ke dada bagian kiri. “Biarkan pria berpikir dengan logika mereka
juga dengan perasaan mereka.”
“Kebanyakan
dari mereka menggunakan logika. Susah bagi kami jika harus menggunakan
perasaan.”
“Apa?
Coba ulangi.”
“Susah
bagi kami-“
“STOP!!”
Kata Rose.
Adam
terlihat bingung.
“Kau
tahu, di luar sana ada beberapa wanita yang berusaha berpikir logika seperti
kalian. Tidakkah kalian ingin mencoba seperti kami? Gunakan sedikit perasaan
untuk menghadapi kami.”
“Ini
akan dilanjutkan di season 2 bukan?”
“Heum.”
“Aku
akan menantinya dengan perasaan.”
Mereka
berdua tertawa bersama.
To be continue
Komentar
Posting Komentar