Langsung ke konten utama

you’re my endless love



Title                : you’re my endless love
Author            : intan novela [ K S N ]
Cast                : Shin sang neul
  Lee sungmin
  Lee hyukjae [eunhyuk]
  Lee donghae
  Lee eun song
  Shin donghee
  Cho kyuhyun
  Other cast
Genre              : roman, family, friendship
Rating            : love story of juvenile ^^


I’m back!!! Part selanjutnya, saya hanya mengetag orang-orang yang mau memberikan pendapat tentang  FF saya ini. Gamsahamnida...^^

Readers.... annyeonghaseyo... rasanya tidak dan tidak akan mungkin untuk vakum. Kalau bahasa hiperbolanya, tangan-tangan saya gatal kalau nggak ngetik ngarang cerita. HHHHH...... hope you like. [ini serius lhoohhhh] 0.0
Ini adalah beberapa ost untuk FF ini. Biar dapat feel gitu ^^ [saya sarankan agar memang benar-benar nge-play nih lagu. Arraseo?]
[taeyang-wedding dress][super junior-you’re my endless love][kyuhyun-how to break up][super junior-no other][super junior-love you more][sunny-your doll][super junior-snow white][sunny feat luna-it’s me] [jessica feat krystal-butterfly]

Story, si~jak!

...Seoul 07.30 MP...


“lee sungmin tunggu...” teriak seorang ajuma.
“umma... ada apa?” tanya sungmin.
“kau lupa bawa bekalmu.”
“eo.... terimakasih umma.” Kata sungmin kemudian menggayuh sepedanya.


“selamat jalan tuan... hati-hati....” beberapa pelayan menyambut seorang namja yang sedang berjalan angkuh ke arah mobilnya.
Salah satu dari pelayan itu membukakan pintu mobil untuk tuan muda mereka.
“bilang pada mereka bahwa aku akan makan malam diluar.”
“ne, tuan lee.” Pelayan itu membungkuk.
Mobil spot yang berwarna kuning itu pun melesat cepat ke jalan raya.


Dan satu tarikan lagi, dasi itu sudah terpasang rapi dileher namja berkacamata tersebut. Kemudian, dia keluar dari kamarnya menuju dapur. Cukup dengan segelas susu putih hangat, namja itu keluar dari apartementnya, menuju parkiran. Sebelum dia masuk kedalam mobil, satu pesan masuk.
[selamat pagi lee donghae... semoga hari pertamamu sukses. ^^ - lee eun song]
Namja itu tersenyum mendapat pesan dari temannya.


[taeyang-wedding dress]

Sang neul merenggangkan badannya. Hari pertamanya akan segera dimulai jika dia sudah mandi dan rapi dengan seragam sekolahnya. Hanya itu. tapi tentunya juga....
“nona muda.... apa kau mau terlambat pagi ini???” teriak laki-laki bersuara bass.
“haahh?” sang neul terkejut. Segera ia melirik jam dindingnya dengan cepat. “aigoo....” sang neul turun dari ranjangnya. “10 menit lagi aku keluar appa....” teriak sang neul.

“appa... selamat pagi....” sapa sang neul ceria.
“silahkan duduk nona muda.”
“hahaha... appa lucu sekali. tapi, terimakasih...” sang neul tersenyum manis.
“menu sarapan pagi ini adalah, telur gulung rumput laut. Eotteohke?” kata tuan shin.
“apapun makanannya, asalkan itu yang membuat tuan shin donghee, aku mau memakannya...”
“hahaha.... kalau begitu, kajja kita makan. Appa tidak mau kau terlambat dihari pertamamu sekolah.”
“ne...” jawab sang neul.

~Shinwa school~

Seorang namja dengan gagahnya turun dari mobil hitamnya. Sesekali namja itu membenarkan posisi poninya walaupun tak rusak sedikitpun. Entahlah, mungkin itu sudah kebiasaannya.
“tuan lee...” panggil sebuah suara yang alto.
Namja yang merasa marganya itupun menoleh.
“kepala sekolah. Selamat pagi.” Sapa namja itu lalu membungkuk.
“selamat pagi. Selamat datang disekolah shinwa.”
“ne, terimakasih. Suatu kehormatan aku bisa mengajar disekolah ini.”
“mari aku antar kau keliling.”
“baiklah....”

Sang neul berlari memutari mobil yang telah mengantarnya. Dia berlari kesisi arah seberang. Memberikan salam untuk appanya.
“belajar yang rajin. Jangan buat appa kecewa. Dan semoga hari pertamamu menyenangkan.” Kata tuan shin.
“ne. Aku masuk dulu. Da....” sang neul melambaikan tangannya.

Sang neul berdiri tepat didepan gerbang besar shinwa. Entah kenapa dia merasa bangga karena bisa diterima disekolahan yang terkenal dengan akademik A di seoul. Dimulai langkah kakinya sebagai murid kelas 1 SMA, sang neul melangkah masuk.

SSSSRRRRTTTTTTTT
“mwoya?” teriak sang neul. seragam kebanggannya kini telah tercampur dengan lumpur warna coklat. Sang neul segera mencari pelaku yang telah membuat seragamnya kotor dan juga bau.
Matanya bertemu dengan mobil spot berwarna kuning. Sang neul yakin jika pengendara  mobil spot kuning itulah pelakunya.
“mobil kuning.... mati kau!!” pekiknya. Sang neul segera berlari kearah parkiran murid.
Walaupun banyak mata yang memandang, sang neul tetap berjalan dengan cepat kearah parkiran. Beruntung, pengemudi mobil spot kuning tersebut belum pergi.
“nuguya?” tanya eunhyuk, pengendara mobil kuning tersebut dengan heran. Dia mengira bahwa murid shinwa akan berpenampilan elegan. Tidak seperti yang ia lihat sekarang ini. Kotor dan juga, bau.
“kau punya SIM?” tanya sang neul.
“eo??? Apa maksudmu? Tentu saja aku punya.” Jawab eunhyuk.
“lihat hasil perbuatanmu. Seragamku kotor karena lumpur yang kau cipratkan kearahku.”
Eunhyuk melihat sang neul dari bawah sampai keujung rambut. Haruskah dia minta maaf? Tentu saja.
“salahkan pada lumpur kenapa lumpur itu ada disana. Atau, kau bisa minta maaf pada mobilku.” Eunhyuk berlalu.
Sang neul seperti yeoja bodoh. Dia segera berbalik, dan berteriak.
“harusnya kau minta maaf.... hey... aku belum selesai bicara....”
Eunhyuk terus berjalan sambil mengenakan aeponenya tanpa menoleh kebelakang sama sekali. Baginya, gadis itu tidak penting. Salah dia sendiri kenapa berjalan didekat genangan lumpur.

Donghae dan kepala sekolah sudah keliling setengah dari luas sekolah. Sekolah shinwa sangatlah luas. Hampir mencapai ukuran 10 hektar. Bisa kau bayangkan itu, seberapa luasnya?
“kami memprioritaskan bahwa anak didik kami harus bersikap jujur soal akademik.” Jelas kepala sekolah.
“hem?” donghae bingung.
“begini tuan lee, atau mungkin aku bisa memanggilmu guru lee sekarang? Hahaha...”
“hahahaha... anda bisa memanggilku guru lee, kepala sekolah.”
“baiklah, guru lee. Maksud dari kejujuran soal adalah, bahwa saat diadakan tes soal, kami mempriotiskan itu adalah hasil pekerjaan mereka.”
“bukankah itu sudah sewajarnya?”
“kau benar.” Kepala sekolah itu tersenyum.
“disini juga ada lab bahasa khusus untuk kegiatan seni. Tepatnya dibagisn seni suara. Mungkin anda bisa menggunakannya saat mengajar.” Dan donghae mengangguk.
Dan mereka terus berkeliling. Donghae sesekali melihat keadaan sekitar. Terkadang mereka berdua juga harus membalas sapaan dari murid-murid. Dan juga pandangan heran terhadap donghae. Mungkinkah dia guru baru.
Tapi pandangan donghae tertuju saat dia melewati lorong ke arah yang berlawanan. Membuat donghae harus berbelok dan membiarkan kepala sekolah berjalan dan menggumam sendiri.
“ada masalah?” tanya donghae.
[super junior-love u more]
“eum??” gumam sang neul.
“seragammu kotor. Apa kau baru saja terpeleset kedalam lumpur?”
“aku hanya korban cipratan lumpur.”
“hahahaha.... kenapa kau tidak lari kekamar mandi, heum?”donghae mengeluarkan sapu tangannya. “kau malah sembunyi di lorong gelap seperti ini.”
“kau siapa?” tanya sang neul.
“aku....”
“guru lee....” teriak kepala sekolah. “ternyata kau ada disini. Kau murid baru? Kenapa seragammu kotor seperti ini?” tanya kepala sekolah.
“apakah sekolah ini menyediakan seragam cadangan?” tanya donghae.
“tentu saja.”

~Paran schoo~l

“namaku lee sungmin. Hobiku adalah, bermain gitar. Salam kenal.” Kata sungmin memperkenalkan diri di sekolah barunya.

~Shinwa school~

“namaku lee hyukjae. Tapi disekolah lamaku dulu, orang-orang memanggilku dengan sebutan eunhyuk.”
“eunhyuk-ssi, apakah kau sudah punya pacar?” tanya seorang gadis teman baru eunhyuk
“tidak.” Jawab eunhyuk singkat.

“terimakasih kepala sekolah, guru lee. Maaf telah merepotkan kalian...” sang neul membungkuk.
“cepatlah masuk. Sepertinya bel sudah dimulai 10 menit yang lalu.” Kata kepala sekolah.
“ne...” sekali lagi sang neul membungkuk lalu keluar dari ruang peralatan.
“baiklah guru lee. Aku ucapkan sekali lagi, selamat datang dan selamat mengajar di sekolah shinwa.”
“ne.”
“kau sudah tahu hari ini kau mengajar di kelas mana?” tanya kepala sekolah.
“kemarin wakil kepala sekolah memberitahuku bahwa aku akan mengajar di kelas 1-1.”
“kalau begitu, silahkan.”
“ne..”

Eunhyuk mengetuk-ngetuk pensil yang sedari tadi tidak ia goreskan pada kertas gambar yang sekarang ada dihadapannya. Ia sama sekali merasa bosan. Atau mungkin tidak suka dengan pelajaran menggambar? Well, karena statusnya sebagai murid, dia harus mematuhinya.
“ada masalah, eunhyuk-ssi?” tegur guru yang mengajarnya.
“aniyo... hanya saja, aku belum mendapatkan inspirasi.”
“kau harus ingat, pelajaran menggambar bukanlah seperti pelajaran matematika.”
“aku tahu itu.”

“semuanya tenang... ada guru yang berjalan ke arah kelas kita...”kata seorang namja.
Benar apa kata namja tadi. selang beberapa detik, masuklah seorang namja berkaca mata dengan pakaian formalnya.
Namja itu meletakan tasnya di meja, kemudian berdiri di depan tengah-tengah.
“selamat pagi....” sapanya.
“pagi....” jawab murid-murid serentak.
“perkenalkan, namaku adalah lee donghae, guru bahasa di kelas 1. Kalian bisa memanggilku guru lee, atau pak lee. Terserah kalian pilih yang mana. Kalian tahu bahwa ada persamaan dari kita. Yaitu, kalian adalah sisiwa-siswi yang beruntung karena bisa diterima di sekolah shinwa. Dan maksud dari persamaan tadi adalah, bahwa aku juga guru baru disekolah ini. Jadi, bersama-sama kita saling membantu.” Donghae mengambil nafas. “kalau begitu, aku ingin mengenal kalian satu per satu. Berdiri ditempat, kemudian jelaskan nama, alamat, hobi, dan cita-cita kalian. Dimulai dari kau.” Tunjuk donghae pada namja yang duduk di pojok depan.
“namaku kim dongho. Alamat, aku tinggal di jalan xxx no 13 seoul. Hobiku, aku suka mengkoleksi komik. Dan cita-citaku adalah, aku ingin menjadi guru seperti guru lee. Terimakasih...” perkenalan pertama telah selesai. Dan lanjut pada baris-baris selanjutnya. Hingga donghae bertemu wajah yang tak asing lagi.
‘bukankah dia?’ batin donghae.
“selamat pagi... namaku shin sang neul. aku tinggal di daerah Gangnam bersama dengan nae appa. Diwaktu luang, aku suka mengarang cerita dan menggambar. dan cita-citaku, aku ingin menjadi seorang desainer dan memainkan drama musical di panggung yang besar. Terimakasih...”
“kau tinggal dengan neo appa? Lalu, bagaimana dengan neo umma?” tanya donghae.
“umma, meninggal saat melahirkanku, guru lee.” Jawab sang neul.
Donghae menyesal karena mempertanyakan itu. dia juga melihat sorotan mata sang neul yang tiba-tiba berubah.
“kau anak yang kuat.” Kata donghae dengan senyum. “selanjutnya...”
Sang neul melihat guru bahasnya tersebut. Apa maksud dari anak yang kuat tadi? pikir sang neul.

“apa kau sudah mendapatkan inspirasimu, eunhyuk-ssi?” tanya guru seni rupa.
“tidak. Aku tidak bisa menggambar guru kim. Walaupun kau memaksaku, tetap aku tidak bisa.” Jawab eunhyuk.
“apa yang kau pikirkan sekarang?”
“yang aku pikirkan? Apa maksudmu?” tanya eunhyuk.
“apa pagi ini, kau mengalami sesuatu?”
“sesuatu?” eunhyuk terlihat berpikir.
“lihat hasil perbuatanmu. Seragamku kotor karena lumpur yang kau cipratkan kearahku.”
“kau sudah memikirkannya?” tanya guru kim.
“gadis yang aneh.”
“mwoya? Kau memikirkan seorang yeoja?”
“hari pertamaku sekolah disini, aku sudah bertemu dengan gadis yang aneh dan juga kotor.”
“itu berarti kau telah menemukan inspirasi gambaran untukmu. Tuangkan pada kertas putih ini. Kau pasti bisa lee hyukjae.” Guru kim menepuk pundak eunhyuk kemudian melihat hasil gambaran anak didiknya yang lain.
‘apa yang harus kugambar? Guru itu, sudah kubilang bahwa aku tidak bisa menggambar, malah menyuruhku menggambar.’ Batin eunhyuk. Dan pikirannya kembali pada gadis aneh dan kotor tadi.

“adakah yang mau membantuku membawa sebagian buku ini keruanganku?” tanya donghae.
Tidak ada respon sama sekali. donghae merasa rasa solidaritas di kelas ini kurang sam-sekali.
“apa guru lee, mau aku bantu?” tawar sang neul.
“tentu.” Jawab donghae.
Donghae dan sang neul keluar dari kelas menuju ruang guru. Memang tidak banyak buku yan harus dibawa. Tapi mengingat donghae juga membawa tas, 2 tangan pun tak cukup. beruntung masih ada murid yang mau membantunya.
“melihat kau seperti ini, aku yakin kau anak yang rajin sang neul-ah.” kata donghae membuka pembicaraan.
“tidak juga. Hanya saja, tadi tidak ada respon dari teman-teman yang lain. Jadi aku menawarkan diri.”
“hahaha... apa aku terlihat memalukan tadi?”
“mwo? Tentu saja tidak.” sanggah sang neul langsung.

[super junior-love u more]
Eunhyuk berkeliling di lingkungan sekolah shinwa. Terkadang, dia harus membalas sapaan dari murid lain. Atau melihat tingkah centil dari murid yeoja. Eunhyuk hanya melihatnya sebelah mata.
Bukannya eunhyuk tidak bersosial terhadap sekolah barunya. Tapi memang sikap eunhyuk yang menutup diri. Baginya, orang lain tidaklah terlalu penting. Kenapa harus memikirkan hal itu, jika itu hanya membuang waktu.
“kau anak baru itu?” tanya seorang namja yang tiba-tiba muncul dihadapan eunhyuk.
“ne.” Jawab eunhyuk singkat.
“kau tahu, apa tradisi sekolah ini jika ada murid baru?”
“ani. Waeyo??” tanya eunhyuk dingin.
“bawa dia...” suruh namja it pada teman lainnya.
Eunhyuk mempunyai firasat buruk tentang hal ini. Tiba-tiba saja dia diseret dibawa ke halaman belakang sekolah yang sepi. Mau diapakan dia?

“terimakaish sang neul-ah...” ucap donghae.
“sama-sama guru lee. Kalau begitu, aku kembali kekelas.” Pamit sang neul.

“aku benci pada peraturan disekolah ini. Dan rasanya, aku ingin meninju wajah seseorang...” namja itu mengepalkan tangannya.
“mwo??” teriak eunhyuk kaget.
“pegang dia..”

            ~paran school~

“siapa namamu tadi? aku lupa. Lee sung...”
“lee sungmin. Dan kau baek eun joo.” Potong sugmin cepat.
“hahaha.... boleh aku aku duduk disini?” tanya eun joo.
“tentu saja. silahkan.”
“sungmin-ssi, aku mau bertanya. Kenapa kau memilih sekolah khusus namja? Kenapa kau tidak mendaftar disekolah yang campuran?”
“mendiang nae appa, menyuruhku untuk mendaftar kesekolah ini. Jadi, aku harus melaksanakan wasiatnya. Lagi pula, aku juga tertarik untuk mendaftar disekolah ini. Bagaimana denganmu?”
“aku, aku hanya ingin membantu umma. Keuangan dikeluarga kami, sangatlah rumit.”
“begitu rupanya. Kuharap kau semangat setiap hari.” Kata sungmin.

            ~shinwa school~

Nafas eunhyuk terengah-engah. 3 lawan 1. Bukan masalah untuk eunhyuk.
“kalian pikir aku akan lemah, ha!” gertak eunhyuk.
“hentikan!!!” teriak seseorang. Eunhyuk dan ketiga namja tadi menoleh ke sumber suara.
‘yeoja itu?’ batin eunhyuk.
“kalian melanggar aturan sekolah ini. Dilarang berkelahi antar sesama teman. Atau kalian mau aku laporkan pada guru?” nasehatnya yang ternyata adalah sang neul.
“kau! Kau pasti murid baru kelas 1. Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?”
‘gawat...!!!’ batin eunhyuk.
“didalam prinsipku, sangat pantang untuk melukai seorang yeoja!” eunhyuk menahan tangan namja tadi, yang hampir memukul sang neul.
“kita pergi... beruntung noe yeojaching datang.” kata namja yang sepertinya bos dari genk tersebut. Sang neul sempat mendapat tatapan tajam dari namja tadi. menakutkan.
“apa-apaan tadi? apa kau mau berperan sebagai pahlawan, ha!”
“mwo? Aku hanya ingin menolongmu.”
“tanpa kau datang pun, aku bisa menghadapi mereka!”
“kau kasar sekali. akukan berniat baik untukmu.”
“kau. Bukankah kau yeoja yang tadi pagi?”
“haaahh... aku baru ingat. Kau juga namja yang tadi pagi. Cepat minta maaf!” suruh sang neul.
“aku minta maaf.” Kata eunhyuk cepat lalu pergi.
“kasar sekali.” gumam sang neul.

“arggghhhh... yeoja aneh.” teriak eunhyuk di kamar mandi. Membiarkan orang melihatnya dengan pandangan aneh.
“aku menyesal kenapa aku masuk di sekolah ini.” Kata eunhyuk. Jika saja eunhyuk mau mendengarkan kata appa-nya dan mengikuti kemauannya untuk sekolah di italia, mungkin saat ini eunhyuk tidak akan frustasi seperti ini. Ini baru hari pertamanya disekolah barunya.

Sang neul berjongkok seperti anak yang terlantar. Sedari tadi dia terus menunggu appa-nya untuk menjemputnya. Tapi ini sudah setengah jam lebih. Rasa lapar di perutnya pun sudah terasa.
“kenapa appa lama sekali??? Aku lapar......” gerutu sang neul.

“eunhyuk-ssi.....”
Merasa ada yang memanggil namanya, eunhyuk menoleh kebelakang. Rupanya yang memanggilnya tadi adalah guru seni rupa tadi.
“ne? Kau memanggilku guru kang?”
“ne. Ada yang ingin kukatakan padamu.”
“mwoya?”
“aku sudah melihat gambarmu tadi.”
“lalu?”
“sepertinya kau punya bakat untuk menggambar. Aku terkejut dengan gambar yang kau gambar. Bisa kau jelaskan padaku, apa yang kau gambar tadi? Maksudku, tema apa yang kau ambil?”
“gambaranku sangat jelek guru kang. Karena jeleknya, aku tidak tahu tema apa yang cocok untuk gambaranku. Mungkin, sebut saja jika aku menggambar mrnggunakan aliran abstrak.”
“tapi...”
“annyeong guru kang....” eunhyuk berlalu tanpa sopannya.
‘anak itu. Aku tahu jika dia berbakat menggambar.’ Batin guru kang.

“aku punya bakat menggambar? Hah.... bohong sekali guru tadi.” Eunhyuk tersenyum sinis. Kemudian melihat pergelangan tangan kanannya.


[super junior-no other]

“nona labu, apa kau butuh boncengan?”
Seketika sang neul mendongakkan kepalanya. Hanya satu orang yang memanggilnya ‘nona labu’.
“sungmin......”
“kenapa kau duduk disini?”
“aku sedang menunggu appa. Tapi appa tidak kunjung datang.” Raut wajah sang neul mendung.
“kau mau pulang bersamaku?” tawar sungmin.
“tentu saja. Lagi pula, aku sudah sangat lapar.” Sang neul mengeluarkan wajah laparnya.
“ini adalah hari keberuntunganmu.”
“jinjjayo? Kau mau mentraktirku makan, sungmin-ah? Kau baik sekali...” sang neul mencubit pipi sungmin.
“ne. Aku memang baik. Tapi kau tidak perlu mencubit pipiku seperti ini...”
“hahaha... aku suka dengan pipi bakpaomu ini...” sang neul semakin berlama-lama mencubit pipi sungmin.
“apayo sang neul-ah...”
Tidak disangka jika ada mata yang sedang memperhatikan mereka berdua. Sepasang mata yang pertama memperhatikan mereka dengan tatapan penasaran, dan sepasang mata satunya memperhatikan mereka dengan tatapan datar.
“kajja.. kau bilang kau lapar.” Ajak sungmin.
“ne..”
“aku tidak bertanggung jawab jika kau jatuh dari sepeda ini.” Kata sungmin yang transparan.
“ne...” sang neul melingkatkan kedua tangannya di pinggang sungmin untuk berpegangan. Tahu soal itu, sungmin hanya tersenyum tipis, kemudian mulai menggayuh sepedanya.


[sunny f luna-it’s me]

“anak SMA jaman sekarang.” Donghae menggelengkan kepalanya.

‘kampungan sekali. Apakah tidak ada kendaraan yang lebih bagus lagi, selain sepeda?’ batin eunhyuk. Kemudian dia menekan gas mobilnya dan melesat keluar dari sekolah.

“aku tidak tahu kenapa appa bisa telat menjemputku. Mungkin hari ini penumpangnya sangat banyak.” Kata sang neul.
“kenapa kau sedih? Kau tahu? Hari ini adalah hari keberuntunganku.” Kata sungmin.
“mwot?”
“tidak apa-apa.” ‘karena hari ini aku bisa bertemu denganmu.’ Batin sungmin.
“sungmin-ah.. aku igin jalan-jalan sehabis kita makan siang. Kau mau menemanikukna?” tanya sang neul.
“tentu.”
“hahaha... gamsahamnida...” sang neul menambah erat pegangannya.

[super junior-no other]

Eunhyuk menari dengan lincahnya. dengan wajah dinginnya, dia melihat dirinya sendiri. Apa masalahnya? Lagi pula dia tidak peduli dengan lingkungan sekitar? Tidak penting apakah orang lain akan tahu tentang hal pribadinya.
“ada apa?” tanya eunhyuk yang terpaksa berhenti menari karena ada pelayan yang menghampirinya.
“nyonya menelfon, tuan.”
“katakan padanya jika aku sedang sibuk.” Tolak euhyuk langsung.
“tapi ini penting tuan.” Kata pelayannya lagi.
‘dasar pengganggu.’ Batin eunhyuk sambil berjalan keluar.

“sungmin-ah, menurut penglihatanmu, dimasa depan, aku akan seperti apa?” tanya sang neul saat mereka berdua jalan-jalan di sekitar danau.
“kau... em, aku tidak tahu.”
“kau ini. Kaukan pintar memprediksi. Katakan padaku, kau dapat dari mana kekuatan itu?”
‘kenapa dia tetap percaya dari dulu. Akukan hanya mengarang.’ Batin sungmin sambil membuang muka.
“hey.. cepat beritahu aku.” Kesal sang neul. Bahkan sang neul sampai menarik-narik lengan sungmin.
“sudah aku bilang kalau aku....”
“kalau kau apa?” tanya sang neul karena sungmin tidak melanjutkan kalimatnya.
“sang neul-ah,”
“ne?”
“kau seperti labu.”
“mwo?” sang neul tampak bingung.
“aniya. Sudahlah. Kajja kita pulang saja.” Sungmin berjalan lebih dulu.
‘namja itu.’ Batin sang neul. “hey... jangan tinggalkan aku...!!!” teriak sang neul.

...Seoul 18.00 PM...

“kau yakin aku hanya ingin aku antar sampai gang ini?” tanya sungmin lagi.
“aisshii. ya.. kau sudah tanyakan itu lebih dari 4 kali. Aku akan baik-baik saja.”
“baiklah. Kau hati-hati. Aku pulang dulu.”
“ne.. gamsahamnida ne?” sang neul sedikit membungkuk lalu berbalik.

To be continue
See you next time.. !! ^^ don forget to R-C-L

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta sejati adalah melepaskan

Kau, adalah seseorang yang mana sungai kecil ini megalir untuk kedua kalinya. Jika alasan pertama karena aku kecewa, maka alasan keduaku ini adalah karena ketulusan untuk kebaikan kita. Kau marah? Marahlah. Kau benci? Bencilah. Kau kecewa? Kecewalah. Teori memang begitu mudah untuk dipikir. Tetapi pada kenyataannya, sama seperti pada karangan tersebut. "Aku harus menyibukkan diri dan menikam hatiku saat rindu itu datang." Lalu pertanyaanku kelak, "Kau, apakabar?" Karangan itu menuliskan sesuatu yang bisa diterima oleh hati ini bahwa "Cinta sejati adalah melepaskan."

Aku Kamu Tak Ingin 'Buta' Kesempatan, Bisa?

Maret. Bulan ketiga yang tanggalnya akan segera berakhir, namun tidak dengan pikiran ini. Ada banyak yang kepala ini pikirkan hingga bingung harus memilih mana baik dari yang terbaik. Maksudku, memilih resiko sekecil mungkin dari peluang yang diambil. Berbicara soal peluang yang tak jauh dari kata kesempatan, Maret ini pula aku belajar sesuatu. Pelajaran yang kudapat ini seperti “tamparan” yang tak sakit di pipi melainkan hati. Ini tentang, kesempatan yang tak pernah kusadari, sebuah kesia-siaan peluang. Tapi katanya, di dunia ini tidak ada yang namanya hal tak berguna, entah itu binatang kecoak. Mari membahas soal kesempatanku ini. Ada seseorang yang menyadarkanku mengenai waktu. Aku yang merasa peka dengan sebuah pertemanan, nyatanya mengakui jika mata ini “buta”. Gelap melihat waktu yang ada hingga kesempatan itu tinggal beberapa jam saja. Lalu bagaimana aku mengembalikan kesempatan itu? Mengulang waktu? Mustahil. Maka aku akan menciptakan kesempatan itu. Entah apa has...