Title : you’re
my endless love
Author : intan novela [ K S N ]
Cast : Shin sang neul
Lee sungmin
Lee hyukjae [eunhyuk]
Lee donghae
Lee eun song
Shin donghee
Cho kyuhyun
Other cast
Genre : roman,
family, friendship
Rating : love story of juvenile ^^
I’m back!!! Part selanjutnya, saya hanya mengetag orang-orang yang
mau memberikan pendapat tentang FF saya
ini. Gamsahamnida...^^
Readers.... annyeonghaseyo... rasanya tidak dan tidak akan mungkin
untuk vakum. Kalau bahasa hiperbolanya, tangan-tangan saya gatal kalau nggak
ngetik ngarang cerita. HHHHH...... hope you like. [ini serius lhoohhhh] 0.0
Ini adalah beberapa ost untuk FF ini. Biar dapat feel gitu ^^
[saya sarankan agar memang benar-benar nge-play nih lagu. Arraseo?]
[taeyang-wedding dress][super junior-you’re my endless
love][kyuhyun-how to break up][super junior-no other][super junior-love you
more][sunny-your doll][super junior-snow white][sunny feat luna-it’s me]
[jessica feat krystal-butterfly]
Story, si~jak!
...Seoul 07.30 MP...
“lee sungmin tunggu...” teriak seorang
ajuma.
“umma...
ada apa?” tanya sungmin.
“kau lupa bawa bekalmu.”
“eo.... terimakasih umma.” Kata sungmin kemudian menggayuh
sepedanya.
“selamat jalan tuan... hati-hati....”
beberapa pelayan menyambut seorang namja
yang sedang berjalan angkuh ke arah mobilnya.
Salah satu dari pelayan itu membukakan pintu mobil untuk tuan muda
mereka.
“bilang pada mereka bahwa aku akan makan
malam diluar.”
“ne,
tuan lee.” Pelayan itu membungkuk.
Mobil spot yang berwarna kuning itu pun melesat cepat ke jalan
raya.
Dan satu tarikan lagi, dasi itu sudah terpasang rapi dileher namja berkacamata tersebut. Kemudian,
dia keluar dari kamarnya menuju dapur. Cukup dengan segelas susu putih hangat,
namja itu keluar dari apartementnya, menuju parkiran. Sebelum dia masuk kedalam
mobil, satu pesan masuk.
[selamat pagi lee donghae... semoga hari pertamamu sukses. ^^ -
lee eun song]
Namja itu tersenyum mendapat pesan dari temannya.
[taeyang-wedding dress]
Sang neul merenggangkan badannya. Hari pertamanya akan segera
dimulai jika dia sudah mandi dan rapi dengan seragam sekolahnya. Hanya itu.
tapi tentunya juga....
“nona muda.... apa kau mau terlambat
pagi ini???” teriak laki-laki bersuara bass.
“haahh?” sang neul terkejut. Segera ia
melirik jam dindingnya dengan cepat. “aigoo....”
sang neul turun dari ranjangnya. “10 menit lagi aku keluar appa....” teriak sang neul.
“appa...
selamat pagi....” sapa sang neul ceria.
“silahkan duduk nona muda.”
“hahaha... appa lucu sekali. tapi, terimakasih...” sang neul tersenyum manis.
“menu sarapan pagi ini adalah, telur
gulung rumput laut. Eotteohke?” kata tuan shin.
“apapun makanannya, asalkan itu yang
membuat tuan shin donghee, aku mau memakannya...”
“hahaha.... kalau begitu, kajja kita makan. Appa tidak mau kau terlambat dihari pertamamu sekolah.”
“ne...”
jawab sang neul.
~Shinwa school~
Seorang namja dengan
gagahnya turun dari mobil hitamnya. Sesekali namja itu membenarkan posisi poninya walaupun tak rusak sedikitpun.
Entahlah, mungkin itu sudah kebiasaannya.
“tuan lee...” panggil sebuah suara
yang alto.
Namja yang merasa marganya itupun menoleh.
“kepala sekolah. Selamat pagi.” Sapa namja itu lalu membungkuk.
“selamat pagi. Selamat datang
disekolah shinwa.”
“ne,
terimakasih. Suatu kehormatan aku bisa mengajar disekolah ini.”
“mari aku antar kau keliling.”
“baiklah....”
Sang neul berlari memutari mobil yang telah mengantarnya. Dia
berlari kesisi arah seberang. Memberikan salam untuk appanya.
“belajar yang rajin. Jangan buat appa kecewa. Dan semoga hari pertamamu
menyenangkan.” Kata tuan shin.
“ne.
Aku masuk dulu. Da....” sang neul melambaikan tangannya.
Sang neul berdiri tepat didepan
gerbang besar shinwa. Entah kenapa dia merasa bangga karena bisa diterima
disekolahan yang terkenal dengan akademik A di seoul. Dimulai langkah kakinya
sebagai murid kelas 1 SMA, sang neul melangkah masuk.
SSSSRRRRTTTTTTTT
“mwoya?”
teriak sang neul. seragam kebanggannya kini telah tercampur dengan lumpur warna
coklat. Sang neul segera mencari pelaku yang telah membuat seragamnya kotor dan
juga bau.
Matanya bertemu dengan mobil spot berwarna kuning. Sang neul yakin
jika pengendara mobil spot kuning itulah
pelakunya.
“mobil kuning.... mati kau!!”
pekiknya. Sang neul segera berlari kearah parkiran murid.
Walaupun banyak mata yang memandang, sang neul tetap berjalan
dengan cepat kearah parkiran. Beruntung, pengemudi mobil spot kuning tersebut
belum pergi.
“nuguya?”
tanya eunhyuk, pengendara mobil kuning tersebut dengan heran. Dia mengira bahwa murid shinwa
akan berpenampilan elegan. Tidak seperti yang ia lihat sekarang ini. Kotor dan
juga, bau.
“kau punya SIM?” tanya sang neul.
“eo??? Apa maksudmu? Tentu saja aku
punya.” Jawab eunhyuk.
“lihat hasil perbuatanmu. Seragamku
kotor karena lumpur yang kau cipratkan kearahku.”
Eunhyuk melihat sang neul dari bawah sampai keujung rambut.
Haruskah dia minta maaf? Tentu saja.
“salahkan pada lumpur kenapa lumpur
itu ada disana. Atau, kau bisa minta maaf pada mobilku.” Eunhyuk berlalu.
Sang neul seperti yeoja bodoh. Dia segera berbalik, dan berteriak.
“harusnya kau minta maaf.... hey...
aku belum selesai bicara....”
Eunhyuk terus berjalan sambil mengenakan aeponenya tanpa menoleh
kebelakang sama
sekali. Baginya,
gadis itu tidak penting. Salah dia sendiri kenapa berjalan didekat genangan
lumpur.
Donghae dan kepala sekolah sudah
keliling setengah dari luas sekolah. Sekolah shinwa sangatlah luas. Hampir
mencapai ukuran 10 hektar. Bisa kau bayangkan itu, seberapa luasnya?
“kami memprioritaskan bahwa anak didik
kami harus bersikap jujur soal akademik.” Jelas kepala sekolah.
“hem?” donghae bingung.
“begini tuan lee, atau mungkin aku
bisa memanggilmu guru lee sekarang? Hahaha...”
“hahahaha... anda bisa memanggilku
guru lee, kepala sekolah.”
“baiklah, guru lee. Maksud dari
kejujuran soal adalah, bahwa saat diadakan tes soal, kami mempriotiskan itu
adalah hasil pekerjaan mereka.”
“bukankah itu sudah sewajarnya?”
“kau benar.” Kepala sekolah itu
tersenyum.
“disini juga ada lab bahasa khusus
untuk kegiatan seni. Tepatnya dibagisn seni suara. Mungkin anda bisa
menggunakannya saat mengajar.” Dan donghae mengangguk.
Dan mereka terus berkeliling. Donghae sesekali melihat keadaan
sekitar. Terkadang mereka berdua juga harus membalas sapaan dari murid-murid.
Dan juga pandangan heran terhadap donghae. Mungkinkah dia guru baru.
Tapi pandangan donghae tertuju saat dia melewati lorong ke arah
yang berlawanan. Membuat donghae harus berbelok dan membiarkan kepala sekolah
berjalan dan menggumam sendiri.
“ada masalah?” tanya donghae.
[super junior-love u more]
“eum??” gumam sang neul.
“seragammu kotor. Apa kau baru saja
terpeleset kedalam lumpur?”
“aku hanya korban cipratan lumpur.”
“hahahaha.... kenapa kau tidak lari
kekamar mandi, heum?”donghae mengeluarkan sapu tangannya. “kau malah sembunyi
di lorong gelap seperti ini.”
“kau siapa?” tanya sang neul.
“aku....”
“guru lee....” teriak kepala sekolah.
“ternyata kau ada disini. Kau murid baru? Kenapa seragammu kotor seperti ini?”
tanya kepala sekolah.
“apakah sekolah ini menyediakan
seragam cadangan?” tanya donghae.
“tentu saja.”
~Paran schoo~l
“namaku lee sungmin. Hobiku adalah,
bermain gitar. Salam kenal.” Kata sungmin memperkenalkan diri di sekolah
barunya.
~Shinwa
school~
“namaku lee hyukjae. Tapi disekolah
lamaku dulu, orang-orang memanggilku dengan sebutan eunhyuk.”
“eunhyuk-ssi, apakah kau sudah punya
pacar?” tanya seorang gadis teman baru eunhyuk
“tidak.” Jawab eunhyuk singkat.
“terimakasih kepala sekolah, guru lee.
Maaf telah merepotkan kalian...” sang neul membungkuk.
“cepatlah masuk. Sepertinya bel sudah
dimulai 10 menit yang lalu.” Kata kepala sekolah.
“ne...”
sekali lagi sang neul membungkuk lalu keluar dari ruang peralatan.
“baiklah guru lee. Aku ucapkan sekali
lagi, selamat datang dan selamat mengajar di sekolah shinwa.”
“ne.”
“kau sudah tahu hari ini kau mengajar
di kelas mana?” tanya kepala sekolah.
“kemarin wakil kepala sekolah
memberitahuku bahwa aku akan mengajar di kelas 1-1.”
“kalau begitu, silahkan.”
“ne..”
Eunhyuk mengetuk-ngetuk pensil yang
sedari tadi tidak ia goreskan pada kertas gambar yang sekarang ada
dihadapannya. Ia sama sekali merasa bosan. Atau mungkin tidak suka dengan
pelajaran menggambar?
Well, karena statusnya sebagai murid, dia harus mematuhinya.
“ada masalah, eunhyuk-ssi?” tegur guru yang mengajarnya.
“aniyo...
hanya saja, aku belum mendapatkan inspirasi.”
“kau harus ingat, pelajaran menggambar
bukanlah seperti pelajaran matematika.”
“aku tahu itu.”
“semuanya tenang... ada guru yang
berjalan ke arah kelas kita...”kata seorang namja.
Benar apa kata namja tadi. selang beberapa detik, masuklah seorang
namja berkaca mata dengan pakaian
formalnya.
Namja itu meletakan tasnya di meja,
kemudian berdiri di depan tengah-tengah.
“selamat pagi....” sapanya.
“pagi....” jawab murid-murid serentak.
“perkenalkan, namaku adalah lee
donghae, guru bahasa di kelas 1. Kalian bisa memanggilku guru lee, atau pak
lee. Terserah kalian pilih yang mana. Kalian tahu bahwa ada persamaan dari
kita. Yaitu, kalian adalah sisiwa-siswi yang beruntung karena bisa diterima di
sekolah shinwa. Dan maksud dari persamaan tadi adalah, bahwa aku juga guru baru
disekolah ini. Jadi, bersama-sama kita saling membantu.” Donghae mengambil
nafas. “kalau begitu, aku ingin mengenal kalian satu per satu. Berdiri
ditempat, kemudian jelaskan nama, alamat, hobi, dan cita-cita kalian. Dimulai
dari kau.” Tunjuk donghae pada namja yang duduk di pojok depan.
“namaku kim dongho. Alamat, aku
tinggal di jalan xxx no 13 seoul. Hobiku, aku suka mengkoleksi komik. Dan
cita-citaku adalah, aku ingin menjadi guru seperti guru lee. Terimakasih...”
perkenalan pertama telah selesai. Dan lanjut pada baris-baris selanjutnya.
Hingga donghae bertemu wajah yang tak asing lagi.
‘bukankah dia?’ batin donghae.
“selamat pagi... namaku shin sang
neul. aku tinggal di daerah Gangnam bersama dengan nae
appa. Diwaktu luang, aku suka mengarang cerita dan menggambar. dan
cita-citaku, aku ingin menjadi seorang desainer dan memainkan
drama musical di panggung yang besar. Terimakasih...”
“kau tinggal dengan neo appa? Lalu, bagaimana dengan neo umma?” tanya donghae.
“umma,
meninggal saat melahirkanku, guru lee.” Jawab sang neul.
Donghae menyesal karena mempertanyakan itu. dia juga melihat
sorotan mata sang neul yang tiba-tiba berubah.
“kau anak yang kuat.” Kata donghae
dengan senyum. “selanjutnya...”
Sang neul melihat guru bahasnya tersebut. Apa maksud dari anak
yang kuat tadi? pikir sang neul.
“apa kau sudah mendapatkan
inspirasimu, eunhyuk-ssi?” tanya guru
seni rupa.
“tidak. Aku tidak bisa menggambar guru
kim. Walaupun kau memaksaku, tetap aku tidak bisa.” Jawab eunhyuk.
“apa yang kau pikirkan sekarang?”
“yang aku pikirkan? Apa maksudmu?”
tanya eunhyuk.
“apa pagi ini, kau mengalami sesuatu?”
“sesuatu?” eunhyuk terlihat berpikir.
“lihat
hasil perbuatanmu. Seragamku kotor karena lumpur yang kau cipratkan kearahku.”
“kau sudah memikirkannya?” tanya guru
kim.
“gadis yang aneh.”
“mwoya?
Kau memikirkan seorang yeoja?”
“hari pertamaku sekolah disini, aku
sudah bertemu dengan gadis yang aneh dan juga kotor.”
“itu berarti kau telah menemukan
inspirasi gambaran untukmu. Tuangkan pada kertas putih ini. Kau pasti bisa lee
hyukjae.” Guru kim menepuk pundak eunhyuk kemudian melihat hasil gambaran anak
didiknya yang lain.
‘apa yang harus kugambar? Guru itu, sudah
kubilang bahwa aku tidak bisa menggambar, malah menyuruhku menggambar.’ Batin
eunhyuk. Dan pikirannya kembali pada gadis aneh dan kotor tadi.
“adakah yang mau membantuku membawa
sebagian buku ini keruanganku?” tanya donghae.
Tidak ada respon sama sekali. donghae merasa rasa solidaritas di
kelas ini kurang sam-sekali.
“apa guru lee, mau aku bantu?” tawar
sang neul.
“tentu.” Jawab donghae.
Donghae dan sang neul keluar dari kelas menuju ruang guru. Memang
tidak banyak buku yan harus dibawa. Tapi mengingat donghae juga membawa tas, 2
tangan pun tak cukup. beruntung masih ada murid yang mau membantunya.
“melihat kau seperti ini, aku yakin
kau anak yang rajin sang neul-ah.”
kata donghae membuka pembicaraan.
“tidak juga. Hanya saja, tadi tidak
ada respon dari teman-teman yang lain. Jadi aku menawarkan diri.”
“hahaha... apa aku terlihat memalukan
tadi?”
“mwo?
Tentu saja tidak.” sanggah sang neul langsung.
[super junior-love u more]
Eunhyuk berkeliling di lingkungan
sekolah shinwa. Terkadang, dia harus membalas sapaan dari murid lain. Atau
melihat tingkah centil dari murid yeoja.
Eunhyuk hanya melihatnya sebelah mata.
Bukannya eunhyuk tidak bersosial terhadap sekolah barunya. Tapi
memang sikap eunhyuk yang menutup diri. Baginya, orang lain tidaklah terlalu
penting. Kenapa harus memikirkan hal itu, jika itu hanya membuang waktu.
“kau anak baru itu?” tanya seorang namja yang tiba-tiba muncul dihadapan
eunhyuk.
“ne.”
Jawab eunhyuk singkat.
“kau tahu, apa tradisi sekolah ini
jika ada murid baru?”
“ani.
Waeyo??” tanya eunhyuk dingin.
“bawa dia...” suruh namja it pada
teman lainnya.
Eunhyuk mempunyai firasat buruk tentang hal ini. Tiba-tiba saja
dia diseret dibawa ke halaman belakang sekolah yang sepi. Mau diapakan dia?
“terimakaish sang neul-ah...” ucap donghae.
“sama-sama guru lee. Kalau begitu, aku
kembali kekelas.” Pamit sang neul.
“aku benci pada peraturan disekolah ini. Dan rasanya, aku ingin meninju
wajah seseorang...” namja itu mengepalkan tangannya.
“mwo??”
teriak eunhyuk kaget.
“pegang dia..”
~paran school~
“siapa namamu tadi? aku lupa. Lee
sung...”
“lee sungmin. Dan kau baek eun joo.”
Potong sugmin cepat.
“hahaha.... boleh aku aku duduk
disini?” tanya eun joo.
“tentu saja. silahkan.”
“sungmin-ssi, aku mau bertanya. Kenapa kau memilih sekolah khusus namja? Kenapa kau tidak mendaftar
disekolah yang campuran?”
“mendiang nae appa, menyuruhku untuk mendaftar kesekolah
ini. Jadi, aku harus melaksanakan wasiatnya. Lagi pula, aku juga tertarik untuk
mendaftar disekolah ini. Bagaimana denganmu?”
“aku, aku hanya ingin membantu umma.
Keuangan dikeluarga kami, sangatlah rumit.”
“begitu rupanya. Kuharap kau semangat
setiap hari.” Kata sungmin.
~shinwa school~
Nafas eunhyuk terengah-engah. 3 lawan
1. Bukan masalah untuk eunhyuk.
“kalian pikir aku akan lemah, ha!” gertak
eunhyuk.
“hentikan!!!” teriak seseorang.
Eunhyuk dan ketiga namja tadi menoleh
ke sumber suara.
‘yeoja
itu?’ batin eunhyuk.
“kalian melanggar aturan sekolah ini.
Dilarang berkelahi antar sesama teman. Atau kalian mau aku laporkan pada guru?”
nasehatnya yang ternyata adalah sang neul.
“kau! Kau pasti murid baru kelas 1.
Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?”
‘gawat...!!!’ batin eunhyuk.
“didalam prinsipku, sangat pantang
untuk melukai seorang yeoja!” eunhyuk
menahan tangan namja tadi, yang
hampir memukul sang neul.
“kita pergi... beruntung noe yeojaching datang.” kata namja yang sepertinya bos dari genk tersebut. Sang neul sempat
mendapat tatapan tajam dari namja
tadi. menakutkan.
“apa-apaan tadi? apa kau mau berperan
sebagai pahlawan, ha!”
“mwo?
Aku hanya ingin menolongmu.”
“tanpa kau datang pun, aku bisa
menghadapi mereka!”
“kau kasar sekali. akukan berniat baik
untukmu.”
“kau. Bukankah kau yeoja yang tadi pagi?”
“haaahh... aku baru ingat. Kau juga namja yang tadi pagi. Cepat minta maaf!”
suruh sang neul.
“aku minta maaf.” Kata eunhyuk cepat
lalu pergi.
“kasar sekali.” gumam sang neul.
“arggghhhh... yeoja aneh.” teriak eunhyuk di kamar mandi. Membiarkan orang
melihatnya dengan pandangan aneh.
“aku menyesal kenapa aku masuk di
sekolah ini.” Kata eunhyuk. Jika saja eunhyuk mau mendengarkan kata appa-nya dan mengikuti kemauannya untuk
sekolah di italia, mungkin saat ini eunhyuk tidak akan frustasi seperti ini.
Ini baru hari pertamanya disekolah barunya.
Sang neul berjongkok seperti anak yang
terlantar. Sedari tadi dia terus menunggu appa-nya
untuk menjemputnya. Tapi ini sudah setengah jam lebih. Rasa lapar di perutnya
pun sudah terasa.
“kenapa appa lama sekali??? Aku lapar......” gerutu sang neul.
“eunhyuk-ssi.....”
Merasa ada yang memanggil namanya, eunhyuk menoleh kebelakang.
Rupanya yang memanggilnya tadi adalah guru seni rupa tadi.
“ne?
Kau memanggilku guru kang?”
“ne.
Ada yang ingin kukatakan padamu.”
“mwoya?”
“aku sudah melihat gambarmu tadi.”
“lalu?”
“sepertinya kau punya bakat untuk
menggambar. Aku terkejut dengan gambar yang kau gambar. Bisa kau jelaskan
padaku, apa yang kau gambar tadi? Maksudku, tema apa yang kau ambil?”
“gambaranku sangat jelek guru kang.
Karena jeleknya, aku tidak tahu tema apa yang cocok untuk gambaranku. Mungkin,
sebut saja jika aku menggambar mrnggunakan aliran abstrak.”
“tapi...”
“annyeong
guru kang....” eunhyuk berlalu tanpa sopannya.
‘anak itu. Aku tahu jika dia berbakat
menggambar.’ Batin guru kang.
“aku punya bakat menggambar? Hah....
bohong sekali guru tadi.” Eunhyuk tersenyum sinis. Kemudian melihat pergelangan
tangan kanannya.
[super junior-no other]
“nona labu, apa kau butuh boncengan?”
Seketika sang neul mendongakkan kepalanya. Hanya satu orang yang
memanggilnya ‘nona labu’.
“sungmin......”
“kenapa kau duduk disini?”
“aku sedang menunggu appa. Tapi appa tidak kunjung datang.” Raut wajah sang neul mendung.
“kau mau pulang bersamaku?” tawar
sungmin.
“tentu saja. Lagi pula, aku sudah
sangat lapar.” Sang neul mengeluarkan wajah laparnya.
“ini adalah hari keberuntunganmu.”
“jinjjayo?
Kau mau mentraktirku makan, sungmin-ah?
Kau baik sekali...” sang neul mencubit pipi sungmin.
“ne.
Aku memang baik. Tapi kau tidak perlu mencubit pipiku seperti ini...”
“hahaha... aku suka dengan pipi
bakpaomu ini...” sang neul semakin berlama-lama mencubit pipi sungmin.
“apayo
sang neul-ah...”
Tidak disangka jika ada mata yang sedang memperhatikan mereka
berdua. Sepasang mata yang pertama memperhatikan mereka dengan tatapan
penasaran, dan sepasang mata satunya memperhatikan mereka dengan tatapan datar.
“kajja..
kau bilang kau lapar.” Ajak sungmin.
“ne..”
“aku tidak bertanggung jawab jika kau
jatuh dari sepeda ini.” Kata sungmin yang transparan.
“ne...”
sang neul melingkatkan kedua tangannya di pinggang sungmin untuk berpegangan.
Tahu soal itu, sungmin hanya tersenyum tipis, kemudian mulai menggayuh
sepedanya.
[sunny f luna-it’s me]
“anak SMA jaman sekarang.” Donghae
menggelengkan kepalanya.
‘kampungan sekali. Apakah tidak ada
kendaraan yang lebih bagus lagi, selain sepeda?’ batin eunhyuk. Kemudian dia
menekan gas mobilnya dan melesat keluar
dari sekolah.
“aku tidak tahu kenapa appa bisa telat menjemputku. Mungkin
hari ini penumpangnya sangat banyak.” Kata sang neul.
“kenapa kau sedih? Kau tahu? Hari ini
adalah hari keberuntunganku.” Kata sungmin.
“mwot?”
“tidak apa-apa.” ‘karena hari ini aku
bisa bertemu denganmu.’ Batin sungmin.
“sungmin-ah.. aku igin jalan-jalan sehabis kita makan siang. Kau mau
menemanikukna?” tanya sang neul.
“tentu.”
“hahaha... gamsahamnida...” sang neul menambah erat pegangannya.
[super junior-no other]
Eunhyuk menari dengan lincahnya.
dengan wajah dinginnya, dia melihat dirinya sendiri. Apa masalahnya? Lagi pula
dia tidak peduli dengan lingkungan sekitar? Tidak penting apakah orang lain
akan tahu tentang hal pribadinya.
“ada apa?” tanya eunhyuk yang terpaksa
berhenti menari karena ada pelayan yang menghampirinya.
“nyonya menelfon, tuan.”
“katakan padanya jika aku sedang
sibuk.” Tolak euhyuk langsung.
“tapi ini penting tuan.” Kata pelayannya
lagi.
‘dasar pengganggu.’ Batin eunhyuk
sambil berjalan keluar.
“sungmin-ah, menurut penglihatanmu, dimasa depan, aku akan seperti apa?”
tanya sang neul saat mereka berdua jalan-jalan di sekitar danau.
“kau... em, aku tidak tahu.”
“kau ini. Kaukan pintar memprediksi.
Katakan padaku, kau dapat dari mana kekuatan itu?”
‘kenapa dia tetap percaya dari dulu.
Akukan hanya mengarang.’ Batin sungmin sambil membuang muka.
“hey.. cepat beritahu aku.” Kesal sang
neul. Bahkan sang neul sampai menarik-narik lengan sungmin.
“sudah aku bilang kalau aku....”
“kalau kau apa?” tanya sang neul
karena sungmin tidak melanjutkan kalimatnya.
“sang neul-ah,”
“ne?”
“kau seperti labu.”
“mwo?”
sang neul tampak bingung.
“aniya.
Sudahlah. Kajja kita pulang saja.” Sungmin berjalan lebih dulu.
‘namja
itu.’ Batin sang neul. “hey... jangan tinggalkan aku...!!!” teriak sang neul.
...Seoul
18.00 PM...
“kau yakin aku hanya ingin aku antar
sampai gang ini?” tanya sungmin lagi.
“aisshii. ya.. kau sudah tanyakan itu lebih dari
4 kali. Aku akan baik-baik saja.”
“baiklah. Kau hati-hati. Aku pulang
dulu.”
“ne..
gamsahamnida ne?” sang neul sedikit membungkuk lalu berbalik.
To be continue
See you next
time.. !! ^^ don forget to R-C-L

Komentar
Posting Komentar